bupati-saksi-kasus-bansos

Atambua - Bupati Belu Joachim Lopez dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial tahun 2009 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kupang, Senin. 
Kesaksian Bupati Lopez itu untuk tersangka penyalahgunaan dana bantuan sosial tahun 2009, atas nama Yantje Taek (Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Belu) dan Johny Bere (Bendahara Pengeluaran). 
Bupati Belu Joachim Lopez dalam kesaksiannya mengatakan sebagai kepala daerah diberi wewenang oleh undang-undang untuk mengelola keuangan daerah. 
Ia menjelaskan penyaluran dana bantuan sosial yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Belu pada 2009, didasari pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No.59 Tahun 2007, pasal 45 ayat (1) dan ayat (2). 
Menurut mantan sekretaris Daerah Kabupaten Belu itu, penyaluran itu didasari atas pengajuan proposal yang diajukan oleh kelompok masyarakat untuk diproses secara berjenjang sebelum dicairkan anggarannya. 
Prosedur yang dilakukan secara berjenjang itu, kata Joachim di hadapan majelis hakim Tipikor yang dipimpin Ketua Majelisi Ida Bagus Dwiyantara, beranggotakan Kairuludin dan Anshory itu, melalui disposisi bupati ke sekretaris daerah dan selanjutnya diproses di bagian keuangan Kabupaten Belu. 
Dia menjelaskan, dalam arahan Permendagri No.59 Tahun 2007, pasal 45 ayat (1) dan ayat (2), disebutkan dana bantuan sosial diperuntukan bagi seluruh warga di Kabupaten Belu untuk kepentingan kegiatan sosial kemasyarakatan. 
"Berdasarkan pemahaman kami atas Permendagri itu pemerintah lalu menyalurkan dana bansos kepada masyarakat sesuai permohonan proposal yang dimasukan," katanya. 
Dia mengaku, dalam penyaluran itu, tidak disertai dengan Surat Keputusan Bupati sebagaimana arahan Permendagri No.13 Tahun 2008, namun hanya dengan keputusan bupati saja. 
"Surat keputusan tidak kita gunakan, tetapi kita gunakan Keputusan Bupati sesuai arahan Permendagri No.59 Tahun 2007," katanya. 
Jaksa Penuntut Umum Patrik Neonbeni mendakwa Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Belu Yantje Taek dan Bendahara Pengeluaran Johny Bere telah menyalahgunakan kewenangan penggunaan APBD 2009 untuk bansos dan telah merugikan keuangan negara sekitar Rp1,8 miliar. 
Para tersangka didampingi kuasa hukum, masing-masing Luis Balun dan Jemy Haekaseh. Sidang dilanjut Rabu (10/7) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sumber: www.iyaa.com